Friday, August 16, 2013

My Beloved Mom :)


Ibu adalah sesorang yang sangat berarti untuk kita, karena berkat beliau kita ada di dunia ini, semangat beliau dalam merawat kita sangatlah besar, sejak dikandungan beliau selalu menjaga kita, ketika dilahirkan susah payah mempertaruhkan nyawa sekali pun beliau lakukan demi kita, merawat kita dari kecil sampai sekarang ini, tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah ! kasih sayang beliau tak akan tergantikan, lantas apakah kalian sudah membalasnya? membahagiakan ibu kita ? apakah anda pernah mengecewakan ibu kita ? jawab pertanyaan tersebut dalam hati. renungkanlah bahagiakanlah selagi beliau masih hidup.

Tuesday, July 9, 2013

Di do'ain lgsg oleh guruku :D


Membuat Email Dengan Nama Domain Sendiri Dan Menghubungkannya Dengan Gmail (Gratis)


Menggunakan alamat email yang menggunakan nama domain sendiri akan terlihat lebih profesional dibandingkan bila kita menggunakan alamat email gratis seperti gmail atau yahoo. Untuk kepentingan bisnis atau perusahaan tentu akan lebih baik bila menggunakan alamat email dengan nama domain sendiri. Sayangnya, menggunakan email dengan nama domain sendiri sedikit merepotkan karena kita mesti masuk ke cpanel hosting terlebih dahulu. Selain itu, tampilannya sangatlah tidak menarik.
Sebenarnya kita bisa memanfaatkan email client di komputer yang terhubung dengan email website. Di situ kita bisa melihat email yang masuk dan membalasnya secara langsung tanpa perlu login ke cpanel email hostingan. Kita tinggal menjalankan aplikasinya saja. Meski demikian, tetap saja ini merepotkan baik untuk setting dan lain-lainnya. Selain itu, fitur yang ditawarkan baik email client maupun email hostingan tidaklah sebanyak dengan Gmail.
Terimakasih kepada google. Beberapa akun email (multiple email account) bisa dikelola dan disatukan di akun Gmail kita, termasuk email yang menggunakan nama domain sendiri. Fitur ini tersedia gratis untuk pengguna Gmail dan untuk memanfaatkannya kita bisa melakukan beberapa pengaturan di Gmail dan hostingan. Tidak semua hostingan mendukung fitur ini, silahkan cek hostingan kamu masing-masing. Setau saya, hostingan seperti hostgator dan hawkhost bisa.
Cara pengaturan email dengan nama domain sendiri agar terhubung dengan Gmail adalah:
1. Bikin email di Gmail jika belum punya.
2. Silahkan login ke hostingan dan Gmail. Pertama, kita harus membuat alamat email dengan nama domain sendiri. Jika sudah silahkan langsung ke langkah no.3 di bawah. Pada cpanel hostingan cari menu pengaturan Email. Klik ‘Email Accounts’.
Menghubungkan email website dengan Gmail
Pada jendela ‘Email Accounts’ masukkan id email yang dikehendaki misalnya namasaya@domainsaya.com. Isi password sesuai yang kamu inginkan. Setelah selesai silahkan klik ‘Create Account’.
Membuat email dengan nama website sendiri
3. Masih pada jendela ‘Email Accounts’ pada kolom Account @ Domain alamat yang kita sudah bikin akan muncul disini. Di samping alamat email silahkan klik ‘More’ lalu ‘Access Webmail’, masukkan password email. Untuk melihat email klik salah satu webmail software yang disediakan oleh hosting kamu.
Pengaturan email di hostingan
4. Pada jendela Gmail, klik ‘Settings’ lalu klik tab ‘Accounts and Import’. Di bagian ‘Send mail as’ klik ‘Add another email address you own’. Akan muncul pop up menu, masukkan alamat email yang sudah kamu buat di hostingan. Ikuti petunjuk yang muncul. Silahkan masukkan code yang dikirim Google ke email hostingan untuk verifikasi. Kini kamu bisa mengirim email dari jendela Gmail menggunakan email dengan nama domain sendiri.
Membuat email dengan nama domain sendiri
5.  Agar email yang masuk ke email dengan nama domain sendiri muncul di Gmail dari jendela Webmail di hostingan klik ‘Fordwarding Options’, di kolom ‘Destination’ isikan alamat Gmail Anda lalu klik ‘Add Forwarder’.
Membuat Email Dengan Nama Domain Sendiri Dan Menghubungkannya Dengan Gmail (Gratis)
6. Di jendela pengaturan Gmail, tab ‘Accounts and Import’. Pada bagian ‘Send mail as’ centang ‘Reply from the same address to which the message was sent’ sehingga email yang masuk di email nama domain sendiri bisa direply langsung menggunakan alamat tersebut, bukan alamat email default dari Gmail.
Dengan cara di atas, kini kamu bisa mengatur, menerima dan membalas email dengan nama hosting sendiri langsung dari Gmail. Selamat mencoba!

Thursday, July 4, 2013

@DanboCorner


Ingin Bisnis Sambil Kuliah? Inilah Kelebihan Dan Kekurangannya

Kuliah sambil bisnis

Saya membaca blog seorang teman yang curhat bahwa dia mengundurkan diri dari bangku kuliah demi fokus menjalankan bisnis. Wow. Sebuah keputusan yang besar, dan biasanya topik ini cukup kontroversial. Ada yang setuju dan memberi contoh orang-orang yang sukses bisnis setelah DO dari kampusnya, namun ada juga yang mendorong untuk terus mengenyam pendidikan tinggi.
Memang kuliah atau tidaknya seseorang bisa jadi tidak berkaitan langsung dengan sukses-tidaknya dia. Bob Sadino tidak kuliah, tapi sukses berbisnis. Sandiaga Uno kuliah dan lulus dengan nilai terbaik, juga sukses bisnisnya.
“Kalau gitu, ga usah kuliah ah. Masih bisa sukses kan?”
Tentu bisa. Tapi sebelum Anda memutuskan untuk tidak kuliah atau mengundurkan diri dari kuliah, pertimbangkan dulu plus minus bisnis sambil kuliah berikut ini.

Kelebihan:


1. Pengembangan Pola Pikir

Benar bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Tapi jika Anda mengandalkan pengalaman pribadi, ingin selalu praktek dan mencoba semua hal sendiri untuk mendapatkan ‘guru terbaik’ ini, ongkosnya bisa sangat mahal. Tidak efisien dalam hal biaya dan waktu. Di kampus, mungkin Anda akan banyak menerima teori. Tapi teori inilah yang nantinya bisa mengembangkan pengetahuan Anda tentang kasus-kasus yang telah terjadi dan solusinya bagaimana. Anda juga dilatih untuk menganalisis dan hingga memprediksi tren masa depan seperti apa.
Sebagai contoh, di kampus Anda bisa menemukan studi tentang teknik-teknik marketing baik yang ampuh maupun yang gagal. Dari sana, Anda akan mendapatkan referensi tentang bagaimana idealnya sebuah program marketing, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda dan kondisi saat ini.

2. Networking

Seperti yang diajarkan guru saya, carilah 2 jenis teman, teman yang kaya untuk dijadikan investor dan teman yang pintar untuk dijadikan manager di bisnis Anda. Nah, lingkungan kampus sangat ideal untuk ‘berburu’ teman-teman jenis ini. Anda juga bisa memperhatikan sendiri ‘track record‘ orang tersebut selama kuliah. Apalagi jika satu kelompok mengerjakan suatu tugas atau proyek, Anda bisa lebih mengenalnya dan mempertimbangkan dia untuk diajak berbisnis. Status mahasiswa juga mempermudah Anda untuk bertemu dengan tokoh-tokoh atau public figure yang menginspirasi Anda, misalnya melalui acara kampus.

3. Akses ke Ilmu

Sebagai mahasiswa, Anda punya “kemewahan” untuk masuk perpustakaan dan meminjam sebanyak mungkin buku yang Anda perlukan, bisa mengikuti seminar/ workshop yang diadakan pihak kampus ekslusif untuk para mahasiswanya, bisa mengikuti lomba-lomba kewirausahaan dengan difasilitasi kampus, bahkan bisa diberi bimbingan dalam menciptakan bisnis dalam program semacam business incubator. Menyenangkan, bukan?

Kekurangan :


1. Tidak Fokus

Ini pasti terjadi. Di dalam kelas, Anda malah berpikir harga bahan baku yang sedang naik. Lagi sibuk melayani pelanggan, pikiran mengarah pada tugas yang harus dikumpulin besok. Beruntunglah Anda yang bisa membagi waktu dan membagi pikiran dengan baik. Jika tidak, bersiaplah kehilangan salah satu. Bisnis yang mandeg, atau kuliah yang terganggu.

2. Persoalan Biaya

Jika Anda berasal dari keluarga berada, biaya tidak akan menjadi soal. Tapi jika tidak, mengatur keuangan untuk kuliah dan bisnis bukanlah hal yang mudah. Anda harus disiplin, bisa memisahkan keuangan pribadi dan usaha, dan selalu berhemat.

3. Demotivasi

Mahasiswa yang terbiasa menganalisis, bisa jadi over-analisis dan mungkin lebih takut menghadapi resiko bangkrut karena terlalu banyak menghitung-hitung. Apalagi jika yang bersangkutan mulai praktek bisnis dan gagal, belum lagi godaan tawaran bekerja di perusahaan bonafid. Bisa-bisa say good bye deh jadi pengusahanya.
Jadi, mau mengundurkan diri dari kampus dan focus di bisnis, atau berbisnis sambil kuliah? pilihan di tangan Anda.

Wednesday, July 3, 2013

Penyakit itu bernama Berharap

oleh Jaya Setiabudi

Berharap dia berubah, ternyata tidak.
Berharap dia seperti yang dulu, ternyata berubah.

Berharap dia mencintaiku.
Berharap dia membalas kebaikanku.
Berharap dia mengerti isi hatiku.
Berharap dia kembali padaku.
Berharap dia selalu bersamaku.
Berharap dia seperti aku…

Berharap sedekahku berbalas instan.
Berharap budiku berbalas susu.
Berharap amalku mendatangkan rejeki.
Berharap ikhtiarku berbuah kaya.

BERHARAP memang memberikan MOTIVASI, selebihnya KEKECEWAAN…

Seperti air yang mengalir, menerima apa yang terjadi,
menetralisir sampah, kencing dan tahi…
Tidak berharap batu berpindah, namun melewati dengan senyum, sembari memeluknya…
Karena air tahu, tak ada yang abadi, hanya sebentar dilewati…

Sukses itu berpola, gagal juga berpola!

Sukses itu berpola, gagal juga berpola!