Friday, March 29, 2013
Thursday, March 28, 2013
Kehidupan tidak selalu manis
Dalam kehidupan kadang kita tidak bisa memilih kehidupan yang selalu manis.
Enak sekali kayaknya ya, kalau hidup ini selalu untung, selalu bahagia, selalu manis.
Rasanya engga bakal ada kesedihan, engga bakal ada kesusahan.
Yah, tapi apa boleh buat, kita masih manusia.
Bukan kita yang mengatur kehidupan kita ini, melainkan Dia,
Allah Sang Pengatur Tunggal alam beserta isinya.
Kita ciptaan-Nya, dan Dia Pencipta kita.
Kalau saja kita diberi hak penuh mengatur,
tentu kita sudah stel aturan agar kita hidup manis terus.
Saudara, salah satu sifat manusia adalah lupa diri.
Hidup selalu enak akan membuat orang mudah lupa diri.
Hidup selalu berhasil akan membuat orang mudah sombong.
Kenyataan inilah yang kadang membuat kesusahan ternyata diperlukan.
Untuk mengajarkan bahwa kita masih manusia, bukan Tuhan.
Sehingga tidak pantas lupa diri, tidak pantas menyombongkan diri.
Meski demikian, kita diberi-Nya hak untuk mengajukan proposal kehidupan.
Apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini, juga tergantung dengan diri kita sendiri.
Kita ingin senang, jalani kehidupan orang-orang yang diberi-Nya kesenangan.
Kita ingin bahagia, jalani kehidupan sebagaimana orang-orang yang bisa meraih kebahagiaan.
Kita ingin hidup enak, tiru, contoh, orang-orang yang karena perjuangannya hidupnya jadi enak.
Silahkan coba-coba mengedepankan hawa nafsu, silahkan tanam perasaan dengki, iri, hasad dan hasud,
silahkan kembangkan otak ngeres, pikiran kotor, kita toh sudah tahu apa akibatnya di kemudian hari.
Kata orang tua, Allah memang punya Hak Prerogatif untuk menentukan merah birunya kehidupan seseorang.
Tapi meski begitu, Dia tidak akan sewenang-wenang.
Si A diberi hanya kesusahan, sedang si B diberi-Nya kesenangan.
Adalah tergantung orangnya dan tergantung keadaan lingkungan-Nya Allah akan memberi.
Jadi sebenarnya manis tidaknya kehidupan ini kita bisa memilih.
Terkait dengan kemuliaan dan kehinaan, maka kita beroleh jawaban sederhana,
kitalah yang memilih, mau hidup mulia atau hidup hina.
Tuhan mah tinggal meng-acc saja.
Dan kaitannya dengan kehidupan yang tidak selalu manis,
kita telah tahu bahwa semua ini ada yang mengatur,
dan kita juga tahu bahwa yang mengatur kehidupan kita adalah Allah.
“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas arsy. Tiada bagi kamu pelindung dan penolong selain dari Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi…” (as Sajdah: 4-5)
Lantas, kalau kita sudah tahu bahwa yang mengatur adalah Allah,
kita juga harus tahu dan meyakini bahwa tidak ada aturan yang Allah atur,
tidak ada ketetapan yang Allah tetapkan, kecuali ia adalah kebaikan bagi kita.
Sehingga apapun jalan kehidupan yang kita jalani kita bisa menerimanya dengan ikhlas.
Sebab kita yakin, Dia tentu tidak akan pernah berkehendak untuk mencelakakan kita.
Semua yang akan terjadi kadang adalah permainan pikiran kita.
Kita sudah takut duluan akan hal yang belum terjadi, kita sering dibayang-bayangi perasaan jelek, pikiran jelek.
Akhirnya ketakutan itulah yang bakal terjadi dan juga kejelekan yang kita yakini.
Maka, penting bagi siapa saja ‘tuk meyakini apapun selalu dari sisi yang baik-baik saja,
selalu positif, sehingga akan membuat apapun menjadi baik dan positif juga.
Enak sekali kayaknya ya, kalau hidup ini selalu untung, selalu bahagia, selalu manis.
Rasanya engga bakal ada kesedihan, engga bakal ada kesusahan.
Yah, tapi apa boleh buat, kita masih manusia.
Bukan kita yang mengatur kehidupan kita ini, melainkan Dia,
Allah Sang Pengatur Tunggal alam beserta isinya.
Kita ciptaan-Nya, dan Dia Pencipta kita.
Kalau saja kita diberi hak penuh mengatur,
tentu kita sudah stel aturan agar kita hidup manis terus.
Saudara, salah satu sifat manusia adalah lupa diri.
Hidup selalu enak akan membuat orang mudah lupa diri.
Hidup selalu berhasil akan membuat orang mudah sombong.
Kenyataan inilah yang kadang membuat kesusahan ternyata diperlukan.
Untuk mengajarkan bahwa kita masih manusia, bukan Tuhan.
Sehingga tidak pantas lupa diri, tidak pantas menyombongkan diri.
Meski demikian, kita diberi-Nya hak untuk mengajukan proposal kehidupan.
Apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini, juga tergantung dengan diri kita sendiri.
Kita ingin senang, jalani kehidupan orang-orang yang diberi-Nya kesenangan.
Kita ingin bahagia, jalani kehidupan sebagaimana orang-orang yang bisa meraih kebahagiaan.
Kita ingin hidup enak, tiru, contoh, orang-orang yang karena perjuangannya hidupnya jadi enak.
Silahkan coba-coba mengedepankan hawa nafsu, silahkan tanam perasaan dengki, iri, hasad dan hasud,
silahkan kembangkan otak ngeres, pikiran kotor, kita toh sudah tahu apa akibatnya di kemudian hari.
Kata orang tua, Allah memang punya Hak Prerogatif untuk menentukan merah birunya kehidupan seseorang.
Tapi meski begitu, Dia tidak akan sewenang-wenang.
Si A diberi hanya kesusahan, sedang si B diberi-Nya kesenangan.
Adalah tergantung orangnya dan tergantung keadaan lingkungan-Nya Allah akan memberi.
Jadi sebenarnya manis tidaknya kehidupan ini kita bisa memilih.
Terkait dengan kemuliaan dan kehinaan, maka kita beroleh jawaban sederhana,
kitalah yang memilih, mau hidup mulia atau hidup hina.
Tuhan mah tinggal meng-acc saja.
Dan kaitannya dengan kehidupan yang tidak selalu manis,
kita telah tahu bahwa semua ini ada yang mengatur,
dan kita juga tahu bahwa yang mengatur kehidupan kita adalah Allah.
“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas arsy. Tiada bagi kamu pelindung dan penolong selain dari Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi…” (as Sajdah: 4-5)
Lantas, kalau kita sudah tahu bahwa yang mengatur adalah Allah,
kita juga harus tahu dan meyakini bahwa tidak ada aturan yang Allah atur,
tidak ada ketetapan yang Allah tetapkan, kecuali ia adalah kebaikan bagi kita.
Sehingga apapun jalan kehidupan yang kita jalani kita bisa menerimanya dengan ikhlas.
Sebab kita yakin, Dia tentu tidak akan pernah berkehendak untuk mencelakakan kita.
Semua yang akan terjadi kadang adalah permainan pikiran kita.
Kita sudah takut duluan akan hal yang belum terjadi, kita sering dibayang-bayangi perasaan jelek, pikiran jelek.
Akhirnya ketakutan itulah yang bakal terjadi dan juga kejelekan yang kita yakini.
Maka, penting bagi siapa saja ‘tuk meyakini apapun selalu dari sisi yang baik-baik saja,
selalu positif, sehingga akan membuat apapun menjadi baik dan positif juga.
Tuesday, March 26, 2013
Beginilah Nasib Mahasiswa Tingkat Akhir
1. Rajin ke Perpustakaan
Spoiler for perpus:
Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, ntah itu jurnal ato skripsi dari alumni, n mau g mau mereka cari bahan di perpus kampus ato perpus daerah... Kalo yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpus, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpus berkali-kali, biar dapet revisi banyak.. Tp g tau juga apa dibaca semua ato kagak
2. Rajin Searching
Spoiler for searching:
Selain ke perpus, banyak mahasiswa yg diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau ga mau(pasti mau
3. Rajin beli kertas + t.i.n.t.a
Spoiler for kertas:
Kalo yang ini pasti gan, mahasiswa pasti membutuhkan yg namanya kertas n tinta untuk ngeprint skripsi yg dah mereka buat... tp g jarang jg, mahasiswa jadi boros sama kertas, alnya kalo tiap bab di konsulkan ke dosen, biasanya banyak yg dicoret2 dan harus ngulang lagi,,
4. Begadang
Spoiler for begadang:
99% kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalo sudah masuk date line.. wuuiihh bisa ampe jam 2 malem, jam 3, jam 4 shubuh.. bahkan sampe g tidur... hahahahha.. jadi mata panda donk
5. Makan g teratur
Spoiler for makan:
Kadang terlalu sibuknya mahasiswa, dari kost, kampus, perpus, ketemu dosen dan blaa blaaa blaaaaa nyebabkan mereka makannya g teratur...
pagi sarapan, siang ngemil doank, malem g makan, tp tengah malam sambil begadang mereka ngemil lagi.. :amazed
6. Duit cekak
Spoiler for cekak:
cekak ato malah sama sekali kagak punya duit udah biasa di kalangan mahasiswa.. yaaapp jalan satu2nya adalah ngutang
udah g terhitung berapa banyak mahasiswa di indonesia yg ngutang untuk menutupi krisi di akhir semesternya.. mo minta kiriman ortu, malu karena bulan ini minta 2x...
Kalo untuk tingkat akgir, ada juga yang ngadain riset ato analisa, n membutuhkan dana yg lumayan banyak... bisa jadi satu sampel analisa biaya peneliatian ampe 300 rbu, bayankan aja klo banyak sampel yg mesti diteliti...
tambah bokek ajaa deh si mahasiswa..
7. Nunggu Dosen Ampe Kering
Spoiler for menunggu:

Males banget ga sih, klo mesti nunggu dosen yang g pasti datengnya, ditelpon janjinya 1 ato 2 jam lagi ternyata setelah berjam2 g nongol juga.. ammmpooooonnn dahhhhh..
8. Riset gagal
Spoiler for gagal:
Disini parahnya gan, klo misalkan riset ato analisa gagal ditengah jalan ,apalgi kalo sudah didesak dosen untuk cepet selesai.. apa tambah g gondok kita... bayangkan berapa usaha yg kita lakukan, berapa duit yang kita keluarkan.. klo ngebayangin itu, naudzubillah... menyedihkan
9. D.O.W.N
Spoiler for down:
jangan sampe ini terjadi sama kaskuser, ngerasa putus asa, n g ada semangatnya lagi, hal ini bisa terjadi karena :riset gagal, jenuh, ngeliat temennya sudah kelar, minder dll...
ketika kita ngerasa down, cari variasi baru ato refresh kan pikiran sejenak untuk ninggalkan masalah skripsi.. yang penting cari suasana baru. Tp inget jangan terlalu kebawa enak, ntar skripsinya dilupaian berabe... g lulus2 dah
10. Emosi G Stabil
Spoiler for marah:
Mungkin karena pengaruh suasana, mahasiswa kadang2 jadi emosional.. kadang marah2 g jelas, kadang nangis, kadang ngurung diri dikamar.. yaaacchh ngebayangin skripsi mereka yang g kelar..
memang g semua, tp pasti ada beberapa...
Kalo dibawa enjoy, TS yakin g bakal jadi kayak gini
Resiko MELACUR !!! ( MELAkukan CURhat maksudnya )
1. Seringkali kita bercurhat ria sama sahabat atau kerabat dekat kita
2. Sebetulnya ngga ada yg salah sama si Curhat, cm semakin sering kita curhat soal masalh kita bukan dpt solusi malah makin bermasalah
3. Kadang kita ngerasa lega pas wktu Curhat sm tmn2 kita, pas lagi sendiri eh tetep aja galau lagi
4. Curhat ttg Masalah2 kita kpd orgn lain = memproklamirkan diri bahwa kita orang yg bermasalah
5. Stlh Memproklamirkan diri jd orng yg bermasalah, mulailah masalah2 dtg menghampiri, kan kita jd Proklamator masalah
6. Sering Hal2 gitu ngga kita sadari, kita tidak menyelesaikan masalah tp malah lari dr Masalah, Iya Curhat itu kan sbnrnya lari dr Mslh (secara ngga sadar)
7. Seringnya kita curhat sm Tmn kalo ada mslh sama orng kan, entah itu klrg, tmn, pacar, dll
8. Dgn Curhat sbtlnya kita cari Dukungan, Pembenaran, Simpati dsb, pokoknya kita mau org dukung kita dgn Masalah kita
9. Padahal yg punya solusi kita sendiri, bukan tmn yg kita ajak curhat, mrk cm orng ketiga yg bisa jd malah kadang mengaburkan solusi
10. Setiap ada masalah & bikin salah lari cari dukungan, kalo kita sbnrnya ga salah ke tmn curhat
11. Kalo tmn curhatnya ngga komen, atau ngga kasih jawaban yg kita mau atau ngga ngedukung trus cari lg tmn curhat yg laen
12. Yg gawatnya ada masalah sama pacar or Suami trus cari tmn curhat eh bkn dpt solusi eh mlh selingkuh, nambah mslh itu namanya
13. kadang jg ada masalah rmh tangga curhat sama ortu, kalo ortunya bijak enak bisa ngademin, kalo engga ortu bisa ikutan ngambek sm psgn kita
14. Tmn yg kita ajak Curhat blm tentu bs ksh pandangan obyektif, krn mereka ngga tau detail mslhnya, cm kita sndiri yg tau
15. Dengan selalu curhat kita melatih diri kita untuk jadi looser, dikit2 lari ke orng laen, ngga Pede sm diri sendiri
16. Ngga berusaha menyelesaikan masalah kita sendiri
17. Katanya seorang sahabat rela dijadikan tempat kita, menumpahkan setiap kesedihan,tp jgn keseringan jg atuh kesian sahabatnya :)
18. Giliran hepi sama pacarnya lupa sama sahabat, giliran ada masalah curhatnya sama sahabat bukan diberesin sm pasangannya
19. Curhat sm tmn kantor soal Bos, jadinya gosip, bukan jadi bagian dr solusi malah jd provokator di kantor
20. Yg enak itu kan sama sahabat kita berbagi Impian & slng Support satu sm lain, slg endorse, wah indah deh pokonya
21. Bukan cuma jadi tempat sampah saat kita ada masalah
22. Setiap Masalah di dunia ini akan SELESAI ketika orang2 bicara "KE" satu sama lain, bkn "TENTANG" satu sama lain
23. Se enak2nya Curhat ya sm TUHAN, puas banget deh, Cobain!, ga ada beban, mlh kt jd bs introspeksi diri
24. DIA akan menjawab dengan cara-Nya sendiri
Kalo sekali2 CURHAT = CURahan HATi ...tapi Kalau terus-terusan CURHAT = kehanCURan HATi :)
Tx for Nyimak ya friends :D
Monday, March 25, 2013
Persepsi Cari Jodoh
Hasil survey yg prnh dimuat di Kompas soal JODOH, 99.9% pasangan yg diiginkan adlh KARYAWAN TETAP cm 0.1% yg ingin berpasangan sm PENGUSAHA
Bhn surveinya seru jg ya kalo dibahas.....mau?Survey di Kompas, pasangan yg diinginkan 99.9% "Karyawan Tetap" & 0,1% "Pengusaha" kenapa?
Penyebabnya adlh keseragaman Persepsi para Responden
Yg ada di benak responden, pengusaha itu identik dgn pria berumur (baca: tua) & etnik Tionghoa
Mayoritas ingin berpasangan dgn karyawan Swasta & PNS, pokonya yg udh Kerja Tetap
Kalo dipikir iya jg, kalo dulu ngapel yg ditanya ortu Pacar, kalo ngga kuliah dimana? Ya kerja dimana? Ga prnh ditanya usaha apa?
Mungkin, krn di "Jaman" ortu kita, yg kaya2 itu yg umurnnya diatas 50 thn, pny tanahnya dimana2 atau orang2 cina yg pd pnya Toko, knp bisa bgt?
Soal yg tua yg kaya, ortu ada benarnya juga, tapi itu duluuu..memang ada jamannya di mana org2 baru bisa kaya di usia tua sekali lagi tapi itu duluuu :)
Jaman berubah, tatanan jg berubah, dulu ada era Agraris (yg kaya yg pny Tanah), Lalu ada Industri ( yg kaya yg pny duit)
Nah skrg udh era "Informasi", siapa saja, catet "siapa saja", bisa kaya dgn cepat selama dia bisa menguasai informasi
Di Era informasi, seorng bisa jd pengusaha tnp Modal, bisa beli Rumah ngga pake duit, dll
Ibaratnya "Peta Kekayaan" skrg sdh bertebaran dimana2, kita cm tinggal follow aja
Jadi...Orang kaya masa kini udh ngga identik lagi sama "Gadun" alias Oom2 :) , "Brondong" jg bisa "Tajir Banjir" alias "Kaya Raya"
Trus persepsi lain yg kebentuk adlh pengusaha itu identik sama org cina, nah ini yg salah besar
Dari jaman sekolah, trus kerja, smp jd pengusaha, saya bnyak temenan sm org Cina, sama aja kok ga ada bedanya
Mereka tidak "terlahir kaya" tapi "terlatih kaya", org tua mrk rata2 pengusaha, dlm keseharian mrk melihat ortunya usaha
Banyak yg saya belajar dari mereka, salah satunya jgn GENGSI
Dulu jaman ngantor, saya punya temen jabatannya GM finance, gajinya sktr 20 jt-an, pas lebaran dia jualan sarung ke temen2 kantor ga ada gengsi2nya
Nah kalo liat si GM td pasti ada 2 persepsi, yg (-) bilang, rakus, udh gaji gede msh aja jualan yg (+) bilang, dia bs liat peluang
Mau kaya jangan banyak Gengsi, kalo udh kaya otomatis jadi Bergengsi..tul ngga?! :)
Nah jadi ngga perlu iri sama kesuksesan org cina, justru kita hrs banyak belajar & saling mengisi
kalu kita iri sama sama org sukses, itu akan jadi medan atraksi yg menjauhkan kita pd kesuksesan
Iri atau sirik tanda tak mampu...itu bener banget
Tapi kalau kita mengagumi keseksesan sesorang maka akan menjadi medan atraksi positif yg akan menarik sukses kepada kita
Nahh sekarang kalo nyari jodoh kita samain persepsinya..jgn 99% karyawan 1% pengusaha lagi kalo bisa dibalik
Buat yg masih pd sekolah cari pasangan yg punya Visi...Liat dari Dream Booknya....*ciehh
Yang sekarang msh kerja juga gpp, anggap aja belajar smbil kerja, tp hrs punya Rencana, jgn mau se umur2 direncanain org lain
Dampingi pasangan2 kita u/ jadi Pengusaha Tangguh, Pengusaha yg memberi manfaat bkn cm u/ klrgnya tp jg u/org bnyk
Awal2 jd pengusaha, diseluruh dunia pasti susah dulu, itumah biasa, nikmati aja prosesnya...paling 1 th hidup sdh mulai berubah
Makannya harus punya Impian...supaya kita bisa menikmati setiap proses menuju impian kita
Tidak ada perjalanan yg datar dlm hidup ini, selalu ada naik & turun, kita siap turun berarti kita siap naik, gt jg sbliknya
Gunung yg Tinggi akan terasa datar bila kita sdh sampai dipuncaknya
Yuk kita sma2 rubah persepsi warisan tempoe doloe...spt mengosongkan gelas...isi lagi dgn yg baru...jaman berubah kita jg berubah
Kalau tidak BERUBAH maka kita akan PUNAH - Spencer Johnson -
Begitulah soal Persepsi jari Jodoh yg "Seragam"...mudah2an bermanfaat ya..Tx for Nyimak Bro and sis :)
Saturday, March 23, 2013
Success Story
Cari KETRAMPILAN Bukan Gelar
Beberapa tahun lalu saya berjumpa dengan salah seorang mahasiswi Universitas Ciputra, bernama Carol. Di usianya yang baru 19 tahun saat itu, saya cukup kagum dengan kemampuannya berinteraksi dengan orang lain. Carol menceritakan perihal pertemuannya dengan Ciputra, pendiri Universitas Ciputra. Pak Ci berpesan kepada Carol,”Kamu semester 6 keluar aja, bangun usahamu. Tak usah lama-lama sekolah”. Jika Anda sebagai seorang dosen atau orang tua murid, beranikah Anda mengatakan seperti itu? Pikir 200 kali mungkin ya? Kenapa Pak Ci berani mengatakan seperti itu? Justru karena beliau melihat potensi Carol yang bisa melesat lebih jauh dibanding jika ia tetap di bangku kuliahnya? Bagaimana dengan gelarnya sebagai seorang sarjana? Justru saat ia tidak mendapat gelar sarjana, tidak memberikan pilihan baginya menjadi seorang karyawan. Perlu diketahui, saat itu, Universitas Ciputra statusnya belum terakreditasi! Siapa sih orang tua yang mengijinkan anaknya sekolah seperti itu?
Sama halnya dengan Young Entrepreneur Academy (YEA) yang kami dirikan. Sengaja kami tidak mau memberikan sertifikat. Karena jika diberikan, biasanya akan dipakai untuk melamar pekerjaan. Siswa YEA akan diluluskan hanya jika “Mencapai OMSET USAHA minimum 50 juta rupiah perbulan dan NETT PROFIT 5 juta perbulan”. Gilanya lagi, mahasiswa YEA boleh membuat kesalahan, asalkan menanggung kesalahan itu bersama timnya. Sejak minggu pertama di YEA, mereka sudah berkompetisi dalam menjual dan menanggung kerugian jika tidak menang. Saat salah satu kelompok Event Organizer YEA angkatan 2 membuat kerugian 8 juta rupiah, merekalah yang harus menanggung kerugian yang telah mereka perbuat. Untungnya, meski masih berusia belasan tahun, mereka tahu bagaimana cara mencari uang untuk menutup kerugian itu. Inilah realitas kehidupan sebagai seorang pengusaha yang diajarkan ala YEA.
Pertanyaan saya kepada para orang tua:
Apakah anak Anda dipersiapkan menjadi karyawan atau pengusaha?
Apakah anak Anda bisa mandiri, (maaf) jika Anda meninggal nantinya?
Apakah Anda mengijinkan anak Anda berbuat kesalahan (bukan kejahatan)?
Apakah GELAR atau KETRAMPILAN yang lebih penting bagi anak Anda?
Apakah Anda memberikan ‘ikan’ atau mengajarinya ‘memancing’?
“Jangan biarkan anak Anda jadi kuli, kasihan!”
Wednesday, March 20, 2013
orang pintar di academic
Banyak diantara kita yang secara akademis cerdas di sekolah, ternyata menjalani kehidupan yang biasabiasa
dalam dunia kerja. Mereka sering kekurangan:
1. Uang
2. Waktu untuk keluarga
Ada beberapa orang yang saat sekolah di anggap idiot, di dunia nyata menjadi milyuner yang:
1. Memiliki passive income yang besar.
2. Mendapatkan penghasilan yang berlimpah.
3. Mendapat kebebasan waktu untuk melakukan apa saja.
Hal ini tampak menyakitkan karena yang “Idiot” memiliki banyak waktu senggang dengan income besar,
sementara yang “smart” harus bekerja keras, kekurangan uang dan kekurangan waktu.
Penyebabnya adalah:
Mereka yang “Smart” terlalu banyak berpikir mempertimbangkan banyak hal dan akhirnya tidak pernah
“action”. Yang Idiot tidak berpikir dan langsung mengerjakan apa yang dibutuhkan dan mendapat hasil.
dalam dunia kerja. Mereka sering kekurangan:
1. Uang
2. Waktu untuk keluarga
Ada beberapa orang yang saat sekolah di anggap idiot, di dunia nyata menjadi milyuner yang:
1. Memiliki passive income yang besar.
2. Mendapatkan penghasilan yang berlimpah.
3. Mendapat kebebasan waktu untuk melakukan apa saja.
Hal ini tampak menyakitkan karena yang “Idiot” memiliki banyak waktu senggang dengan income besar,
sementara yang “smart” harus bekerja keras, kekurangan uang dan kekurangan waktu.
Penyebabnya adalah:
Mereka yang “Smart” terlalu banyak berpikir mempertimbangkan banyak hal dan akhirnya tidak pernah
“action”. Yang Idiot tidak berpikir dan langsung mengerjakan apa yang dibutuhkan dan mendapat hasil.
Subscribe to:
Posts (Atom)

