Tuesday, May 21, 2013

Jadi Kura-kura Yuk!

Tahu ngga kalo ada 3 tipe mahasiswa. Kupu-kupu, kunang-kunang, kura-kura. Waduh, apa artinya tuh?
Kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) adalah tipe mahasiswa yang sukanya pulang sehabis kuliah, karena ngga ada kesibukan. Mahasiswa tipe ini seringkali merasa bahwa kuliah itu tidak boleh diganggu gugat sehingga ia hanya fokus pada kuliah saja.
 
Kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring) adalah tipe mahasiswa yang selesai kuliah sukanya nangkring/nongkrong bersama teman-teman. Sebenarnya hal ini cukup positif, agar bisa bergaul dan bersosialisasi. Namun jika terlalu sering dilakukan, jadinya bisa jadi tidak bermanfaat. 
 
Kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) adalah tipe mahasiswa yang aktif dan suka ikut organisasi atau kepanitiaan, sehingga sehabis kuliah langsung rapat. Semakin banyak kegiatan yang diikuti, semakin banyak rapat yang harus dihadiri.
 
Tipe mahasiswa yang manakah kamu ? Kupu-kupu, kunang-kunang, atau kura-kura?
Kalau kamu tipe kupu-kupu dan kunang-kunang, saya sarankan kamu untuk mulai belajar untuk jadi kura-kura! Kenapa begitu?
 
Dengan aktif di organisasi dan kepanitiaan, kamu akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang bermanfaat. Kamu akan mengenal banyak orang, memahami berbagai tipe orang, belajar bagaimana caranya bekerja bersama rekan-rekan satu tim, cara mengatasi masalah, melatih diri bertanggung jawab, melatih kepercayaan diri berkomunikasi dan kepemimpinan.  Pengalaman tersebut yang akan sangat berguna saat kamu memulai bekerja atau mengabdi di masyarakat. 
 
Memang bagi yang tidak terbiasa, hal itu akan terasa berat. Repot sana-sini, mengikuti rapat ini itu, bahkan harus mengorbankan waktu senggang demi acara atau organisasi. Tapi percaya deh sama saya, hal itu bakal benar-benar worthed! Kamu akan punya segudang pengalaman yang sangat berguna dan patut untuk dikenang. 
 
Masih ada lagi manfaat lainnya. Di era seperti saat ini yang kompetisinya semakin tinggi, semakin banyak fresh graduate yang berjuang keras mendapatkan pekerjaan impian. Lalu apa yang membedakan kamu dengan para pesaing lainnya? Tentu saja pengalaman berorganisasi! Lulusan yang memiliki pengalaman berorganisasi dan nilai akademik yang baik akan lebih dihargai dibandingkan lulusan yang nilai akademiknya saja yang tinggi namun pengalamannya NOL besar.
 
Masih tidak percaya?
 
Tahun lalu, saya pernah mengikuti seleksi beasiswa dari sebuah perusahaan multinasional yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta. Lalu kepala departemen HR di perusahaan tersebut sharing pengalaman beliau menghadapi para fresh graduates yang apply pekerjaan di perusahaan tersebut. Pernah ada seorang fresh grad yang nilainya nyaris sempurna (IPK hampir mendekati 4.00) namun tidak bisa mengkomunikasikan ide dengan baik.  Fresh grad ini tidak memiliki pengalaman berorganisasi. Ada pula seorang fresh grad lain, yang nilai akademiknya standar saja (IPK sekitaran 3.00) namun memiliki banyak pengalaman organisasi, sehingga ia bisa mengkomunikasikan ide dengan baik, dan terlihat leadership skill nya. Fresh grad mana yang dipilih? Tentu saja yang kedua!
 
Terkadang, bagi perusahaan, yang terpenting bukanlah seberapa bagus nilai akademik kita, namun soft skill yang kita miliki. Karena seringkali, ilmu yang kita dapatkan dari kelas di perkuliahan, tidak sepenuhnya 100% digunakan  di dunia nyata. Ngga hanya berlaku untuk kamu yang ingin memiliki karir dengan bekerja di perusahaan saja, namun pengalaman juga penting untuk kamu yang ingin jadi pengusaha! Dengan pengalaman organisasi, tentu kamu akan memiliki leadership dan management skill yang sangat bermanfaat dalam bisnis. Seorang bos tentu harus lebih pintar dibanding pegawainya dong? Jangan sampai kamu kalah pengalaman!
 
Mumpung masih muda, asahlah leadership skill dan soft skill lainnya dengan bergabung di organisasi dan kepanitiaan! Galilah pengalaman sebanyak-banyaknya dan jadilah individu yang kaya ilmu. 
 
Jadi ‘kura-kura’ yuk!
 
 
 
Warmest Regards,
 
Sarah Fadillah Rahmadiani
YOT CA President University

No comments:

Post a Comment