kisah tentang mahasiswa
Kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) adalah tipe mahasiswa yang
sukanya pulang sehabis kuliah, karena ngga ada kesibukan. Mahasiswa tipe
ini seringkali merasa bahwa kuliah itu tidak boleh diganggu gugat
sehingga ia hanya fokus pada kuliah saja.
Kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring) adalah tipe mahasiswa
yang selesai kuliah sukanya nangkring/nongkrong bersama teman-teman.
Sebenarnya hal ini cukup positif, agar bisa bergaul dan bersosialisasi.
Namun jika terlalu sering dilakukan, jadinya bisa jadi tidak
bermanfaat.
Kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) adalah tipe mahasiswa yang aktif
dan suka ikut organisasi atau kepanitiaan, sehingga sehabis kuliah
langsung rapat. Semakin banyak kegiatan yang diikuti, semakin banyak
rapat yang harus dihadiri.
Tipe mahasiswa yang manakah kamu ? Kupu-kupu, kunang-kunang, atau kura-kura?
Kalau kamu tipe kupu-kupu dan kunang-kunang, saya sarankan kamu untuk mulai belajar untuk jadi kura-kura! Kenapa begitu?
Dengan aktif di organisasi dan kepanitiaan, kamu akan mendapatkan
banyak pengalaman dan pelajaran yang bermanfaat. Kamu akan mengenal
banyak orang, memahami berbagai tipe orang, belajar bagaimana caranya
bekerja bersama rekan-rekan satu tim, cara mengatasi masalah, melatih
diri bertanggung jawab, melatih kepercayaan diri berkomunikasi dan
kepemimpinan. Pengalaman tersebut yang akan sangat berguna saat kamu
memulai bekerja atau mengabdi di masyarakat.
Memang bagi yang tidak terbiasa, hal itu akan terasa berat. Repot
sana-sini, mengikuti rapat ini itu, bahkan harus mengorbankan waktu
senggang demi acara atau organisasi. Tapi percaya deh sama saya, hal itu
bakal benar-benar worthed! Kamu akan punya segudang pengalaman yang
sangat berguna dan patut untuk dikenang.
Masih ada lagi manfaat lainnya. Di era seperti saat ini yang
kompetisinya semakin tinggi, semakin banyak fresh graduate yang berjuang
keras mendapatkan pekerjaan impian. Lalu apa yang membedakan kamu
dengan para pesaing lainnya? Tentu saja pengalaman berorganisasi!
Lulusan yang memiliki pengalaman berorganisasi dan nilai akademik yang
baik akan lebih dihargai dibandingkan lulusan yang nilai akademiknya
saja yang tinggi namun pengalamannya NOL besar.
Masih tidak percaya?
Tahun lalu, saya pernah mengikuti seleksi beasiswa dari sebuah
perusahaan multinasional yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta. Lalu
kepala departemen HR di perusahaan tersebut sharing pengalaman beliau
menghadapi para fresh graduates yang apply pekerjaan di perusahaan
tersebut. Pernah ada seorang fresh grad yang nilainya nyaris sempurna
(IPK hampir mendekati 4.00) namun tidak bisa mengkomunikasikan ide
dengan baik. Fresh grad ini tidak memiliki pengalaman berorganisasi.
Ada pula seorang fresh grad lain, yang nilai akademiknya standar saja
(IPK sekitaran 3.00) namun memiliki banyak pengalaman organisasi,
sehingga ia bisa mengkomunikasikan ide dengan baik, dan terlihat
leadership skill nya. Fresh grad mana yang dipilih? Tentu saja yang
kedua!
Terkadang, bagi perusahaan, yang terpenting bukanlah seberapa bagus
nilai akademik kita, namun soft skill yang kita miliki. Karena
seringkali, ilmu yang kita dapatkan dari kelas di perkuliahan, tidak
sepenuhnya 100% digunakan di dunia nyata. Ngga hanya berlaku untuk kamu
yang ingin memiliki karir dengan bekerja di perusahaan saja, namun
pengalaman juga penting untuk kamu yang ingin jadi pengusaha! Dengan
pengalaman organisasi, tentu kamu akan memiliki leadership dan
management skill yang sangat bermanfaat dalam bisnis. Seorang bos tentu
harus lebih pintar dibanding pegawainya dong? Jangan sampai kamu kalah
pengalaman!
Mumpung masih muda, asahlah leadership skill dan soft skill lainnya
dengan bergabung di organisasi dan kepanitiaan! Galilah pengalaman
sebanyak-banyaknya dan jadilah individu yang kaya ilmu.
Jadi ‘kura-kura’ yuk!
Warmest Regards,
Sarah Fadillah Rahmadiani
YOT CA President University
No comments:
Post a Comment