Tuesday, May 14, 2013

Kisah inspiratif

20 tahun lebih menjadi guru di sebuah SMP /SMA di Jakarta, menjadi penggerak niat mengubah cerita keseharian hidup dari seorang pegawai menjadi seorang wirausaha. Bukan tidak puas atas apa yang sudah aku peroleh selama ini tetapi lebih untuk mengasah kemampuan lain selain kemampuan edukatif yang selama ini aku jalani selama ini. Selanjutnya minat menjadi wirausaha ingin mencari kegiatan baru persiapan masa tua karena tidak mungkin seumur hidup menjadi seorang guru.
Kebiasaan pagi berangkat mengajar mendengarkan siaran radio motivasi power of life yang disiarkan dari Sindo Radio (d/h Trijaya FM) termotivasi diri untuk lebih mengubah cara berpikir dari seorang pegawai menjadi seorang wirausaha. Dari sekian pembicara Bang Jay Teroris merupakan salah seorang inspirator kuat dalam diri untuk melakukan usaha, bukan bertanya berusaha apa?. Teror dari Bang Jay membawa saya  ke dalam sebuah kegiatan Sekolah Monyet, yang produk  pembelajarannya akan saya uraikan dibawah ini sebagai pelajaran pertama (Lesson One).
Wirausaha bukan merupakan kegiatan pertama kali aku lakukan namun wirausaha dengan serius mendapatkan bimbingan langsung dari orang yang berpengalaman adalah hal yang pertama.
Wirausaha pertama setelah pelajaran Sekolah Monyet adalah wirausaha budidaya ikan lele sangkuriang untuk konsumsi. Kenapa Ikan lele? Karena hampir setiap jalan di Jakarta, pada malam hari banyak ditemui pedagang pecel  lele , pikiran ku pasti potensinya sangat besar kalau aku budidaya lele.
Untuk memulai budidaya ikan lele ternyata gak gampang walaupun aku memiliki latar belakang pendidikan yang dekat dengan dunia mahluk hidup, maka aku berusaha mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan lele, ternyata dunia ini sempit waktu mencari pelatihan lele ketemu dengan bapak Supardi Lee  yang juga seorang motivator di Sindo Radio.
Dari hasil pelatihan langsung yang diperoleh tanpa banyak istirahat dan beprinsip langsung usaha, aku buat kolam percobaan dari wadah air bekas dan langsung memesan benih 1000 ekor, banyak orang bilang nekat 1000 ekor itu kalau berhasil menjadi 100 kg lebih ikan lele konsumsi. Udah kebayang berapa keuntungan yang diperoleh saat berkhayal  itu ( 100 kg x Rp 13.000) wah …….
Saking semangatnya tiap pagi, siang dan sore kolam aku sambangi untuk melihat perkembangannya, pemberian pakan juga diperhatikan. Tapi ternyata bekerja dengan mahluk hidup tidak sama dengan bekerja dengan benda mati…..Masa sulit pun datang, 3 minggu usia bibit ternyata air kolam rusak dan berakibat bibit yang berjumlah ribuan ekor tidak tahan dan tiap hari aku memungut benih lele. Satu persatu lele mungil aku hitung dan hasilnya 75% benih ku mati karena kerusakan air kolam, bagaimana mau untung kalau benih mati sebanyak itu.Kegagalan bukan menjadi halangan untuk maju kata banyak orang…..Kata orang juga kegagalan dapat merubah nasib orang…….Nasib oh nasib. Kegagalan pertama dalam benih seribu memacu untuk membuat pembenihan berikutnya aku buat kolam yang 3 kali lebih besar dengan benih yang 2 kali lebih banyak wueeeh seru deh kalau gagal………..Persiapan kolam dimulai 10 hari pertama mengkompos kolam yang besarnya 30 meter persegi alhamdulilah berhasil dalam 10 hari kolam telah matang untuk ditebar benih. Langkah berikut pesan benih 2000 ekor langsung ditebar dan tinggal tunggu reaksinya ……. Sehari ditunggu benih aman melewati masa stressnya di lingkungan barunya , hari kedua mulai mau makan jentik di kolam , hari kelima mulai deh pada gak doyan makan pelet yang dikasih gak disentuh ternyata makanan yang dikasih itu ukurannya kebesaran lah jelas aja mulutnya kan gak muat. Ganti lagi pakan nya pergi lagi cari pakan yang cocok. Hari ke 7 alhamdulilah benih mulai semangat hidup makan banyak mudah-mudahan begitu seterusnya sampai masa panen ( 3 -  4 bulan).Mendekati masa panen semakin penasaran berapa target yang dapat dicapai kalau hitungan diatas kertas mencapai sekitar 200 kg tetapi sadar bekerja dengan mahluk hidup tidak seperti berhitung dengan Matematika yang hitungannya pasti.Ternyata benar hasil panen yang dicapai belum mancapai hitungan target dari 2000 benih baru mencapai 150 kg daging konsumsi artinya baru mencapai 75% dari rencana produksi, ternyata langkah kedua telah membalikan keadaan, dan kegagalan telah merubah kenyataan dari 75% benih gagal menjadi 75% benih mencapai target. Untung donk? Ternyata belum ! masih akan dilanjut dengan pelajaran-pelajaran berikutnya, kegagalan-kegagalan berikutnya sampai mendapat kebenaran yang sesungguhnya.Wasalam

No comments:

Post a Comment